Qualitative Research : Data Analysis & Interpretation

 1.    SASARAN

Setelah membaca bab ini, diharapkan peneliti kualitatif dapat melakukan hal-hal sebagai berikut :

  1. Menjelaskan tentang tujuan analisis data penelitian kualitatif.
  2. Mengidentifikasi dengan teliti untuk menghindari analisis yang kurang tepat, dan tindakan penelitian kualitatif.
  3. Menyebutkan beberapa pendekatan analisis data kualitatif.
  4. Menjelaskan proses yang terjadi dalam menganalisis dan menafsirkan data.
  5. Membedakan analisis data dan interpretasi data.
  6. Menjelaskan beberapa strategi untuk analisis data.
  7. Menjelaskan beberapa strategi untuk interpretasi data.

 2.    INTERPRETASI DAN ANALISIS DATA : DEFINISI DAN TUJUAN

Menganalisis data kualitatif adalah tugas yang sulit bagi semua penelitian kualitatif, terutama bagi yang baru memulai penelitian kualitatif. Para peneliti pemula ini mengikuti petunjuk dari para pembimbing yang menekankan pada pengumpulan data yang banyak dan pemahaman dari partisipan penelitian. Pengumpulan data menggunakan beberapa variasi teknik pengumpulan data kualitatif, seperti observasi, wawancara, dan survei.

Analisis data adalah upaya peneliti untuk meringkas pengumpulan data yang dapat dipercaya secara akurat, yang memberikan narasi, deskripsi dan data acak yang dikumpulkan dalam penelitian kualitatif. Analisis data kualitatif menuntut peneliti untuk bersabar dan bekerja keras guna mengetahui sumber-sumber data, termasuk catatan-catatan di lapangan sebagai hasil dari observasi dan wawancara, kuisioner, peta, gambar, bahkan rekaman suara maupun gambar.

Di sisi lain, interpretasi data merupakan upaya seorang peneliti untuk menemukan arti dalam data, dan untuk menjawab “so what ?”, yaitu pertanyaan yang berimplikasi pada temuan penelitian.

Interpretasi dan analisis data merupakan tahapan kritis dalam proses penelitian yang menuntut peneliti untuk sama-sama tahu dan memahami data. Interpretasi dan analisis data menantang diri kita untuk mengeksplorasi setiap kemungkinan dan mencoba menemukan pola serta mencari pemahaman baru diantara data.

 3.    LANGKAH-LANGKAH ANALISIS  DATA PENELITIAN KUALITATIF

Jika data harus dianalisis, maka data tersebut harus diorganisir terlebih dahulu. Idealnya, peneliti memiliki catatan yang dikelola secara teliti, rekaman-rekaman, dan kumpulan benda-benda yang berkaitan dengan penelitian.

Salah satu cara untuk melanjutkan dengan analisis ini adalah dengan mengikuti tiga langkah pengulangan sebagai berikut : membaca/mencatat, menggambarkan tentang keadaan yang sedang terjadi, dan mengklasifikasikan data penelitian. Fokus pelaksanaannya pada : (a) menjadi lebih bersahabat dengan data dan mengidentifikasi potensi tema (membaca/mencatat) ; (b) menguji data secara mendalam untuk memberikan deskripsi keadaan, partisipan dan aktivitas secara rinci (menggambarkan); (c) kategorisasi dan pengkodean data, serta pengelompokannya dalam tema-tema tertentu (mengklasifikasikan).

Cara khas data kualitatif adalah dipecah, yaitu melalui proses klasifikasi atau pengkodean, serta kategorisasi data dan mengelompokkannya dalam tema-tema tertentu. Kategori adalah sebuah klasifikasi ide-ide atau konsep-konsep.  Ketika konsep-konsep dalam data itu diuji dan dibandingkan satu sama lain serta terdapat keterkaitan, maka kategori-kategori pun terbentuk.

 4.    STRATEGI ANALISIS DATA

a.    Identifikasi Tema.               Cara lain untuk menganalisis data adalah dengan mempertimbangkan tentang gambaran umum, lalu mulai membuat daftar tema-tema yang pernah dilihat serta muncul dalam tinjauan pustaka dan pengumpulan data..

b.    Pengkodean Data Kualitatif.       Salah satu kegiatan analisis data yang paling sering dilakukan oleh peneliti kualitatif adalah pengkodean, yaitu proses kategorisasi  atau unit-unit referensi teks (seperti kata, kalimat, paragraf dan kutipan) dengan kode dan label sebagai cara untuk menunjukkan pola dan makna..

c.    Menanyakan Pertanyaan Kunci.                        Menurut Stringer, kerja melalui serangkaian pertanyaan dapat mengaktifkan para peneliti kualitatif untuk memperluas pemahaman mereka terhadap permasalahan dan keadaan yang sudah diinvestigasi.

d.    Melakukan Kaji Ulang Pengorganisasian.      Dalam studi kualitatif dimana penekanannya adalah pada kisah pribadi individu atau kerjasama dalam  kelompok kecil, kadang-kadang membantu untuk melihat ke belakang dan memperhatikan keadaan yang lebih luas. Stringer menyarankan para peneliti untuk mempertimbangkan tentang pelaksanaan peninjauan ulang pengorganisasian yang menitikberatkan pada fitur-fitur organisasi sebagai berikut : visi dan misi, tujuan dan sasaran, struktur organisasi, operasi, serta masalah-masalah dan isu-isu yang dihadapi.

e.    Pemetaan Konsep.                        Para peneliti kualitatif harus melakukan kolaburasi dengan partisipan dalam penelitian, dan kolaburasi itu dapat memperluas proses analisis data. Untuk lebih memvisualisasikan pengaruh utama yang telah mempengaruhi penelitian, Stringer menyarankan agar peneliti memiliki partisipan yang dapat membuat pemetaan konsep. Pemetaan konsep memberi para partisipan sebuah kesempatan untuk menampilkan analisis mereka terhadap masalah penelitian, dan membantu peneliti dalam menentukan konsistensi dan inkonsistensi yang mungkin ada diantara kelompok-kelompok yang berbeda.

 f.     Analisis Sebab Akibat.      Proses pemetaan sebab akibat adalah strategi lain untuk membantu para peneliti kualitatif mengidentifikasi elemen-elemen utama dari analisis mereka. Penggunaan kerangka kerja ini memberikan representasi visual tentang hubungan kausal yang sekarang dipercaya keberadaannya oleh para peneliti.  Kerangka kerja ini juga sangat membantu untuk meninjau kembali hubungan kausal yang tidak muncul dalam tinjauan literatur peneliti guna menentukan tantangan dan dukungan terhadap analisis dan interpretasi.

g.    Menampilkan Temuan.     Ini penting untuk mencoba merangkum informasi yang terkumpul dalam format yang sesuai, dimana peneliti dapat berbagi dengan kolega-koleganya yang tertarik. Untuk melakukan hal tersebut, strategi ini  sangat membantu untuk menampilkan pemikiran sebagai pertimbangan peneliti dalam menyampaikan temuan peneliti kepada para koleganya.

h.    Menyatakan Apa yang Hilang.    Akhirnya, bagian dari laporan lengkap peneliti, peneliti harus melambaikan tangan bagi para konsumen riset peneliti, sebaga bagian dari teka-teki yang masih hilang, dan mengidentifikasi pertanyaan yang masih belum bisa terjawab. Strategi analisis data ini membolehkan peneliti membayangkan apa yang harus dilakukan selanjutnya dalam penyelidikan untuk menemukan pemahaman yang lebih baik dari penelitiannya.

 

 5.    ANALISIS DATA KUALITATIF : SEBUAH CONTOH

a. Ini beberapa informasi dasar tentang penelitian :

1)    Topik yang diteliti : kekhawatiran orangtua terhadap anaknya yang baru masuk Taman Kanak-Kanak (TK). Guru-guru TK berinteraksi dengan murid-murid dan keluarga mereka.

2)    Para partisipan : empat orangtua, tiga perempuan dan satu laki-laki, mewakili empat keluarga ; anak pertama dari masing-masing keluarga (anak-anak berada di sekolah yang sama) ; guru TK.

3)    Pengumpulan data : Observasi dan wawancara dengan murid, orangtua dan guru TK

b. Analisis data hendaknya diproses sebagai berikut :

1)    Dari catatan lapangan tentang observasi ruang kelas, peneliti mulai mendata beberapa item umum atau beberapa topik yang diperhatikan oleh peneliti. Peneliti merekam dalam catatannya selama di ruang kelas mengenai instruksi guru yang sedang menggunakan buku, video, dan handout. Peneliti juga mencatat setiap waktu ketika instruksi disampaikan kepada individu murid, kadang-kadang secara klasikal, dan kadang-kadang disampaikan kepada sekelompok murid yang bekerjasama dalam kelompok kecil.

2)    Dari hasil wawancara dengan guru TK, peneliti menyadari bahwa guru TK itu memberikan informasi kepadanya tentang bagaimana dia berkomunikasi dengan keluarga tentang anak-anak, dan peneliti mencatatnya.

3)    Dari analisis awal, peneliti dapat menentukan tentang bagaimana mengelompokkan item-item individu atau topik bersama ke dalam kategori-kategori yang mempelrihatkan tentang bagaimana item-item dan topik-topik tersebut direalisasikan.

4)    Peneliti mengelompokkan empat kategorinya ke dalam beberapa pola. Pola-pola tersebut dibuat lebih dari dua kategori atau lebih. Contohnya, kategori alat pembelajaran dan interaksi ruang kelas mengindikasikan sebuah pola tentang “aktivitas instruksional“. Kategori “komunikasi langsung” dan “komunikasi tidak langsung” disesuaikan dengan pola “interaksi guru dan keluarga“.

c. Kemudian peneliti memutuskan apakah perlu untuk mengumpulkan data lebih lanjut dengan mewawancarai murid-murid dan para orangtua tentang pengalaman mereka dalam berinteraksi dengan guru? Apakah perlu hal ini dilakukan  untuk konfirmasi terhadap kategori dan pola yang telah dibuat oleh peneliti?

6.    PENGGUNAAN PERANGKAT LUNAK KOMPUTER UNTUK MEMBANTU ANALISIS DATA

Dalam perkembangannya, perangkat lunak komputer telah dikembangkan untuk membantu analisis data kualitatif. Kata kunci dari kalimat ini adalah membantu. Artinya, perangkat lunak ini tidak akan melakukan analisis data untuk peneliti. Ini sangat penting bagi peneliti kualitatif pemula untuk diingat,  bahwa komputer sendiri tidak menganalisis data.

Komputer dirancang hanya untuk membantu mempercepat pekerjaan ketika peneliti bekerja dengan cakupan yang luas dan berbagai macam data. Proses pengkodean, pengambilan data, dan selanjutnya mempertimbangkan sesuatu dan kesibukan dalam prosesnya, dikontrol oleh peneliti.

 7.    INTERPRETASI DATA

a. Dikarenakan keberhasilan interpretasi data adalah untuk menemukan makna dari sebuah data, maka interpretasi data sangat berlandaskan pada koneksi, aspek-aspek umum, hubungan antara bagian-bagian data, kategori dan pola-pola penelitian. Intepretasi tidak akan memilik makna sedikitpun, jika peneliti tidak mengetahui data secara mendetail.

b. Tujuan dari interpretasi data ini adalah untuk menjawab empat pertanyaan, yaitu :

1)    Apa yang penting dalam data ?

2)    Kenapa data itu penting ?

3)    Apa yang dapat dipelajari dari data itu ? ;

4)    Lalu apa?

c. Adapun teknik-teknik untuk interpretasi data adalah sebagai berikut :

1)    Mengembangkan analisis.       Ini adalah sebuah teknik interpretasi data, dimana peneliti hanya mengembangkan analisis data sejalan dengan munculnya pertanyaan-pertanyaan tentang penelitian tersebut.

2)    Menghubungkan temuan-temuan dengan pengalaman personal. Ini merupakan sebuah teknik yang mendorong peneliti untuk mempersonalisasikan interpretasi berdasarkan pengetahuan yang mendalam dan pemahaman tentang tata cara penelitian.

3)    Mencari saran dari kritikan teman. Ini adalah sebuah teknik yang melibatkan rekanan yang terpercaya untuk menawarkan wawasan tentang penelitian yang mungkin telah terlewatkan oleh peneliti.

4)    Kontesktualisasi temuan dalam sebuah literatur.  Adalah sebuah teknik yang menggunakan tinjauan literatur terkait untuk memberikan dukungan bagi temuan penelitian dan mendorong peneliti untuk menghubungkan ke otoritas eksternal. Hubungan ini juga memberikan jalan bagi peneliti kualitatif  untuk saling berbagi dengan kolega-koleganya berdasarkan pengetahuan yang ada pada masalah penelitian, dan untuk mengakui kontribusi yang unik peneliti kualitatif agar topik yang dipelajari dapat dipahami dengan baik dan benar.

5)    Beralih ke teori.  Teori melayani sejumlah peran penting bagi peneliti kualitatif, diantaranya :

a)    Teori menyediakan jalan bagi peneliti kualitatif untuk menghubungkan pekerjaannya ke isu-isu yang lebih luas pada hari itu.

b)    Teori membolehkan peneliti untuk mengembangkan tingkat abstraksi, dan untuk bergerak melampaui laporan dekspriptif murni. Tingkatan-tingkatan abstraksi membolehkan kita untuk mengkomunikasikan esensi pekerjaan deskriptif kepada para kolega di pertemuan penelitian

c)    Teori dapat memberikan pemikiran atau rasa yang bermakna atas pekerjaan yang dilakukan.

6)    Mengetahui kapan untuk mengatakan “kapan”.   Teknik ini mendorong para peneliti untuk menahan diri dari penawaran interpretasi. Jika seorang peneliti merasa tidak nyaman dengan penawaran interpretasi, maka seharusnya peneliti tersebut tidak melakukannya.

8.    MEMASTIKAN KREDIBILITAS PENELITIAN

a. Jika penelitian kualitatif hanya berdasarkan pendapat yang tidak berasalan, mengabaikan data yang tidak mengkonfirmasikan dugaan peneliti, dan gagal untuk menguji bias para partisipan penelitian, maka hal tersebut akan menjadi nilai yang kecil. Dey telah mengidentifikasi enam pertanyaan yang dimaksudkan untuk membantu para peneliti mengukur kualitas data mereka, diantaranya adalah sebagai berikut :

1)    Apakah data berdasarkan pengamatan sendiri atau hanya berdasarkan desas-desus ?

2)    Apakah ada bukti yang menguatkan oleh orang lain dari pengamatan seseorang ?

3)    Dalam keadaan bagaimana observasi dibuat atau dilaporkan ?

4)    Bagaimana realibitas penyediaan data ?

5)    Motivasi apa yang mungkin telah mempengaruhi laporan partisipan ?

6)    Bias apa yang mungkin telah mempengaruhi tentang bagaimana observasi dibuat atau dilaporkan ?

b. Peneliti kualitatif yang memperhatikan panduan ini dalam menganalisis data dan interpretasi data,  akan dihargai dengan sebuah laporan penelitian yang dapat dipercaya secara akurat.

Posted on April 18, 2011, in Makalah Kuliah S-2. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: