Jilbab untuk Adikku …

Kisah ini diambil dari internet,,, dan… punten, ‘afwan,,, saya lupa lagi alamat sumbernya, tapi mudah-mudahan ada hikmahnya.. dan kebetulan, aku punya seorang adik perempuan yang cantik (sudah tunangan lho !?),,, walaupun beda ibu, tapi aku tetap menyayanginya… mudah-mudahan ia sempat membaca tulisan ini…

HAKEKAT MEMAKAI JILBAB

Kisah  nyata  ini semoga berguna bagi yang membacanya, terutama kaum  Hawa,  juga  bagi  yang  punya  istri,  yang  punya  anak perempuan,  adik perempuan, saudara perempuan, kakak perempuan, yang masih punya Ibu, yang punya keponakan perempuan.

Ini cerita tentang adikku Nur Annisa , gadis yang baru beranjak  dewasa  namun  rada  Bengal  dan  tomboy. Pada saat umur adikku           menginjak  17  tahun,  perkembangan  dari  tingkah lakunya rada mengkhawatirkan  ibuku  ,  banyak  teman   cowoknya yang datang           kerumah  dan  itu  tidak mengenakkan ibuku sebagai seorang guru ngaji.            Untuk  mengantisipasi  hal  itu  ibuku  menyuruh adikku memakai  jilbab,  namun  selalu  ditolaknya  hingga  timbul pertengkaran pertengkaran  kecil  diantara  mereka.  Pernah satu kali adikku   berkata  dengan  suara yang rada keras:  “Mama coba lihat deh ,  tetangga  sebelah  anaknya pakai jilbab namun kelakuannya ngga’             beda-beda  ama kita-kita , malah teman-teman Ani yang disekolah pake  jilbab  dibawa om om , sering jalan jalan , masih mending         Ani,  walaupun begini-gini ani nggak pernah maa kaya gituan ” , bila  sudah  seperti itu ibuku hanya mengelus dada,  kadangkala di akhir malam kulihat ibuku menangis , lirih terdengar doanya :  “Ya Allah , kenalkan Ani dengan hukum Engkau ya Allah “.

Pada  satu  hari  didekat  rumahku, ada tetangga baru yang baru pindah.  Satu  keluarga  dimana  mempunyai enam anak yang masih        kecil  kecil. Suaminya bernama Abu Khoiri (bukan Effendy Khoiri  lhoo)  (entah  nama aslinya siapa) aku kenal dengannya waktu di            masjid.  Setelah   beberapa  lama  mereka  pindah,  timbul  desas  desus mengenai istri dari Abu Khoiri yang tidak pernah keluar rumah ,  hingga  dijuluki  si  buta  ,  bisu,  sombong dan tuli. Hal ini terdengar  pula oleh Adikku , dan dia bertanya sama aku: “Kak , memang  yang  baru pindah itu istrinya buta , bisu, sombong dan tuli  ?  “..huss  aku  jawab  sambil  lalu” kalau kamu mau tahu datangin aja langsung kerumahnya”.

Eehhh  tuuh,   anak  benar  benar datang kerumah tetangga baru.

Sekembalinya  dari  rumah  tetanggaku  , kulihat perubahan yang drastis  pada  wajahnya, wajahnya yang biasa cerah nggak pernah  muram atau lesu mejadi pucat pasi?.entah apa yang terjadi.? Namun  tidak kusangka selang dua hari kemudian dia meminta pada ibuku untuk dibuatkan Jilbab ..yang panjang, lagi..rok panjang, lengan  panjang?aku  sendiri  jadi  bingung?.aku tambah bingung       campur  syukur  kepada  Allah SWT karena kulihat perubahan yang  ajaib..yah  kubilang  ajaib  karena  dia  berubah  total..tidak          banyak  lagi  anak  cowok  yang datang kerumah atau teman teman  wanitanya  untuk sekedar bicara yang nggak karuan…kulihat dia        banyak  merenung,  banyak baca baca majalah islam yang biasanya dia  suka  beli  majalah anak muda kaya gadis atau femina ganti            jadi majalah majalah islam , dan kulihat ibadahnya pun melebihi aku  ?tak  ketinggalan tahajudnya, baca Qur’annya, sholat sunat            nya?dan yang lebih menakjubkan lagi….bila teman ku datang dia  menundukkan  pandangan? Segala  puji  bagi  Engkau  ya Allah SWT      jerit  hatiku?

Tidak  berapa  lama  aku dapat panggilan kerja di  kalimantan, kerja di satu perusahaan asing (PMA). Dua bulan aku bekerja  disana aku dapat kabar bahwa adikku sakit keras hingga ibuku memanggil ku untuk pulang ke rumah (rumahku di Madiun).  Di  pesawat tak henti hentinya aku berdoa kepada Allah SWT agar  Adikku di beri kesembuhan, namun aku hanya berusaha, ketika aku  tiba  di  rumah,  didepan  pintu  sudah banyak orang, tak dapat kutahan  aku  lari masuk kedalam rumah, kulihat ibuku menangis,  aku  langsung  menghampiri  dan memeluk ibuku, sambil tersendat sendat  ibuku  bilang  sama aku: “Dhi, adikkmu bisa ucapkan dua kalimat Syahadah diakhir hidupnya “..Tak dapat kutahan air mata ini…  Setelah selesai acara penguburan dan lainnya, iseng aku  masuk kamar adikku dan kulihat Diary diatas mejanya..diary yang  selalu  dia  tulis.  Diary  tempat  dia  menghabiskan  waktunya  sebelum  tidur  kala  kulihat  sewaktu  almarhumah adikku masih hidup,  kemudian kubuka selembar demi selembar…hingga tertuju pada  satu  halaman  yang  menguak  misteri dan pertanyaan yang selalu  timbul  di hatiku..perubahan yang terjadi ketika adikku   baru  pulang  dari  rumah Abu Khoiri?disitu kulihat tanya jawab  antara adikku dan istri dari tetanggaku, isinya seperti ini :  Tanya  jawab  (kulihat  dilembaran  itu  banyak  bekas  tetesan  airmata )

Annisa  :  Aku  berguman  (wajah  wanita ini cerah dan bersinar  layaknya bidadari), ibu, wajah ibu sangat muda dan cantik.

Istri  tetanggaku  : Alhamdulillah, sesungguhnya kecantikan itu   datang dari lubuk hati.

Annisa  :  Tapi  ibu  kan  udah  punya  anak  enam,  tapi masih kelihatan cantik.

Istri  tetanggaku  :  Subhanallah,  sesungguhnya  keindahan itu  milik  Allah  SWT dan bila Allah SWT berkehendak, siapakah yang

bisa menolaknya.

Annisa : Ibu, selama ini aku selalu disuruh memakai jilbab oleh  ibuku,  namun aku selalu menolak karena aku pikir nggak masalah  aku  nggak  pakai jilbab asal aku tidak macam macam dan kulihat banyak  wanita  memakai  jilbab namun kelakuannya melebihi kami  yang  tidak  memakai  jilbab, hingga aku nggak pernah mau untuk  pakai jilbab, menurut ibu bagaimana?

Istri   tetanggaku  :  Duhai  Annisa,  sesungguhnya  Allah  SWT mennjadikan seluruh tubuh wanita ini perhiasan dari ujung rambut hingga ujung kaki, segala sesuatu dari tubuh kita yang terlihat  oleh  bukan  muhrim  kita  semuanya akan dipertanggung jawabkan       dihadapan  Allah  SWT  diakhirat  nanti, di Yaumul Hisab nanti,  jilbab adalah hijab untuk wanita.

Coba  Anisa  kau  dengarkan  dan  kau tulis, Ibu bacakan Firman  Allah SWT yang diabadikan didalam Al Qur’an yang artinya:            Pertama:  “Hai  anak  Adam,  sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk  perhiasan.  Dan  pakaian  takwa  itulah  yang paling baik. Yang  demikian  itu  adalah  sebahagian  dari  tanda-tanda  kekuasaan       Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat”.Qs.Al A’Raaf (7) ayat  26.

Kedua:  ”  Katakanlah  kepada  wanita  yang beriman: “Hendaklah  mereka  menahan  pandangannya,  dan memelihara kemaluannya, dan  janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa)   nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung      ke  dadanya,  dan  janganlah  menampakkan perhiasannya, kecuali     kepada  suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka,    atau  putra-putra  mereka,  atau putra-putra suami mereka, atau   saudara-saudara  laki-laki  mereka,  atau  putra-putra  saudara  laki-laki  mereka,  atau  putra-putra saudara perempuan mereka,   atau  wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki,  atau  pelayan-pelayan  laki-laki yang tidak mempunyai keinginan  (terhadap  wanita)  atau  anak-anak yang belum mengerti tentang       aurat  wanita.  Dan  janganlah  mereka  memukulkan kakinya agar   diketahui  perhiasan  yang  mereka sembunyikan. Dan bertobatlah   kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya  kamu beruntung. Qs.An Nuur (24): 31.

Ketiga:  Dan  perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid  dan  mengandung)  yang tiada ingin kawin (lagi), tiadalah

atas  mereka  dosa  menanggalkan  pakaian  mereka  dengan tidak  (bermaksud)  menampakkan  perhiasan,  dan  berlaku sopan adalah  lebih  baik  bagi  mereka.  Dan  Allah Maha Mendengar lagi Maha   Mengetahui.Qs.An Nuur (24) ayat 60.

Keempat:  “Hai  Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak  perempuanmu  dan  istri-istri  orang  mukmin: “Hendaklah mereka    mengulurkan  jilbabnya  ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian  itu  supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak  diganggu.  Dan  Allah  adalah  Maha  pengampun lagi Maha  penyayang.” Qs.Al Ahzab (33) ayat  59.

Coba  Anisa  kau  dengarkan dan kau tulis, Ibu bacakanan hadits    shahih  dari  Imam  Muslim  :  Dari  Abu  Hurairah r.a. katanya

Rasulullah  SAW  bersabda yang artinya: “Ada dua macam penduduk  neraka   yang  keduanya  belum  kelihatan  olehku.  Yang  ke  1 (pertama).  Kaum  yang  memiliki cambuk seperti ekor sapi, yang  dipergunakan   untuk   memukul   orang.   Yang  ke  2  (kedua).            Wanita-wanita   yang   berpakaian,   tetapi  sama  juga  dengan  bertelanjang,  karena  pakaiannya  terlalu minim, terlalu tipis    atau   tembus   pandang,   terlalu  ketat,  atau  pakaian  yang   merangsang  kaum  pria,  karena  sebagian auratnya terbuka, dan  wanita-wanita yang mudah dirayu atau suka merayu, rambut mereka  disasak bagaikan punuk unta. Wanita-wanita tersebut tidak dapat   masuk surga, bahkan tidak dapat mencium bau surga. Pada hal bau   surga  dapat  tercium  dari jarak yang sangat jauh.” H.R.Muslim  No.2004

Annisa  :  Tapi  yang kulihat banyak wanita yang memakai jilbab  yang kelakuannya nggak enak, nggak karuan.   Istri  Tetanggaku  :  Jilbab  hanyalah kain, namun hakekat atau  arti  dari  jilbab  itu  sendiri  yang  harus  kita  pahami dan   takutlah akan siksa Neraka Jahanan di akhirat nanti.

Annisa : Apa itu hakekat jilbab ?

Istri  Tetanggaku  :  Hakekat  jilbab adalah hijab lahir batin.  Hijab  mata  kamu dari memandang lelaki yang bukan muhrim kamu.            Hijab  lidah  kamu  dari  berghibah  (ghosib)  dan kesia-siaan, usahakan  selalu berdzikir kepada Allah SWT. Hijab telinga kamu  dari  mendengar  perkara  yang  mengundang  mudharat baik untuk  dirimu  maupun  masyarakat.  Hijab  hidungmu  dari mencium cium segala yang berbau busuk. Hijab tangan-tangan kamu dari berbuat   yang  tidak  senonoh.  Hijab  kaki  kamu  dari melangkah menuju  maksiat.  Hijab  pikiran  kamu  dari  berpikir  yang mengundang  syetan  untuk  memperdayai  nafsu  kamu.  Hijab  hati kamu dari   sesuatu  selain  Allah  SWT,  semua itu akan menjerumuskan kamu masuk  ke “NERAKA JAHANAN” yang kekal selama-lamanya, bila kamu   sudah  bisa  memakai jilbab yang kamu pakai akan menyinari hati  kamu,  sesuai  perintah Allah SWT dan ajaran Nabi Muhammad SAW, itu  rahmat  dari Allah SWT yang membuka pintu hati kamu, untuk  memakai  jilbab  sehingga  kamu  sudah bisa menghayati perintah Allah  SWT  seperti  ibu  bacakan  diatas tadi itulah ” hakekat  memakai jilbab.”

Annisa  :  Ibu  aku jadi jelas sekarang dari arti jilbab, mudah – mudahan  aku  bisa  pakai  jilbab,  namun  bagaimana  aku  bisa  melaksanakan semuanya.

Istri  tetanggaku  : Duhai Anisa bila kamu sudah bisa memakai   jilbab  itulah  karunia  dan  rahmat yang datang dari Allah SWT      yang  Maha  Pemberi  Rahmat,  yang  Maha  Penyayang,  yang Maha   Pengampun,  bila  kamu  menyukuri  rahmat  itu kamu akan diberi  kekuatan  iman  untuk  melaksanakan amalan amalan jilbab hingga mencapai kesempurnaan yang diinginkan Allah SWT. Duhai  Anisa,  ingatlah  akan  satu hari dimana seluruh manusia  akan  dibangkitkan  dari  kuburnya. Ketika ditiup terompet yang  kedua  kali,  pada  saat ruh ruh manusia seperti anai anai yang bertebaran  dan dikumpulkan dalam satu padang yang tiada batas,  yang  tanahnya  dari  logam yang panas, tidak ada rumput maupun  tumbuhan.        Ketika  tujuh  matahari  didekatkan  di  atas kepala kita namun   keadaan gelap gulita. Ketika seluruh Nabi ketakutan. Ketika ibu tidak  memperdulikan  anaknya, anak tidak memperdulikan ibunya,   bapak  tidak  bisa  menolong  anaknya, anak tidak bisa menolong  bapaknya, sanak saudara tidak kenal satu sama lain lagi, kadang satu  sama  lain bisa menjadi musuh, satu amal saleh akan lebih  berharga dari segala sesuatu yang ada dialam dunia ini.  Ketika  manusia berbaris dengan barisan yang panjang dan masing  masing hanya memperdulikan nasib dirinya, dan pada saat itu ada  yang  berkeringat  karena  rasa  takut  yang  luar biasa hingga  menenggelamkan  dirinya,  dan rupa rupa bentuk manusia bermacam macam  tergantung  dari  amalannya,  ada  yang  melihat  ketika hidupnya  namun  buta  ketika  dibangkitkan, ada yang berbentuk seperti  hewan,  ada  yang  berbentuk  seperti syetan, semuanya menangis,  menangis  karena  hari  itu  Allah  SWT murka, belum pernah  Allah  SWT  murka  sebelum dan sesudah hari itu, hingga ribuan  tahun manusia didiamkan Allah SWT dipadang mahsyar yang  panas membara hingga Timbangan Mizan digelar itulah hari Yaumul  Hisab.

Duhai  Annisa,  bila  kita  tidak  berusaha untuk beramal saleh dihari  ini,  entah dengan apa nanti kita menjawab bila kita di

sidang oleh Yang Maha Perkasa, Yang Maha Besar, Yang Maha Kuat,  Yang  Maha  Agung,  Allah  SWT.  Di Yaumul Hisab nanti! Di Hari  Perhitungan  nanti!! Bila sewaktu-waktu Malaikat menjemput ajal kita,  karena  kapan  ajal  kita  akan dijemput kita tidak tahu   Anisa. Kapan saja pun akan terjadi bila ajal sudah tiba.

Sampai  disini  aku  baca diarynya karena kulihat, berhenti dan banyak   tetesan  airmata  yang  jatuh  dari  pelupuk  matanya,  Subhanallah,  kubalik  lembar  berikutnya  dan kulihat tulisan,  kemudian kulihat tulisan kecil di bawahnya: buta, tuli, sombong           dan  bisu,  wanita  yang  tidak  pernah  melihat  lelaki selain muhrimnya,  wanita yang tidak pernah mau mendengar perkara yang    dapat  mengundang  murka  Allah  SWT,  wanita yang tidak pernah   berbicara  ghibah,  ghosib  dan  segala sesuatu yang mengundang dosa  dan  sia  sia  tak  tahan airmata ini pun jatuh membasahi   diary.  Itulah yang dapat saya baca dari diarynya, semoga Allah   SWT menerima Adikku di sisi-Nya, Amin , Subhanallah.

Penulis

Kisah  ini  Allahu  a’lam  bishshawab  kebenarannya, namun yang penting  kita  dapat mengambil  hikmahnya dari kisah tersebut diatas,  mungkin  saja  itu  bisa  saja  terjadi kepada siapa saja, bila Allah SWT menghendaki.

Bapak-Bapak,     Ibu-ibu,    Saudara-Saudaraku,    adik-adikku,  Anak-anakku  dan  khususnya  para  kaum  hawa, yang semoga senantiasa dimuliakan dan dirahmati oleh Allah SWT.  Saya   mengharap  kisah   ini  bisa  menjadi  iktibar,  menjadi pelajaran   bagi  kita  ,  bagi  putri-putri kita semua. Semoga meresap  dihati yang membacanya dan semoga Allah SWT senantiasa memberi petunjuk, memberi Rahmat, hidayah bagi yang membaca dan  menghayatinya.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan iman kita untuk  menjalankan   (memenuhi)  segala  perintah-Nya  dan  enjauhkan  segala  yang  dilarang-Nya,  dan  mendapat  derajat  takwa yang  tinggi,  selamat  didunia  sampai  di  akhirat  nanti, mendapat

pertolongan  dan  syafa’at  di  hari  yaumul hisab dan mendapat  surga yang tinggi, amien.

Alhamdulillahirrabbil’alamin.   Allaahu   a’lam   bish  shawab,  billaahi taufik wal hidayah, wassalaamu’alaikum warahmatullaahi     wabarakatuh. Sukarman.

Bila  anda  mau  beramal  saleh, tolong di forward kepada orang  lain,  atau diberikan kertas ini kepada orang lain agar dibaca,         supaya  menambah  iman  dan  taqwa  bagi yang membacanya, insya   Allah.

Sumber: Al Qur’an dan terjemahnya, Hadits dan  dari Email yang saya terima..

Posted on August 26, 2011, in Lenyepaneun (Renungan). Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: